Platform & Operasi Survei
Pemantauan Akustik Pasif: Mendengarkan Paus Sebelum Airgun Seismik Dinyalakan
Instrumen-instrumen lain yang sudah dibahas di situs ini — side-scan sonar, sub-bottom profiler, streamer seismik multichannel — semuanya bekerja secara aktif: memancarkan suara ke dalam air, lalu mendengarkan pantulannya. Passive Acoustic Monitoring (PAM) membalik logika itu sepenuhnya. Sistem ini tidak memancarkan apa pun. PAM hanyalah hydrophone, atau rangkaian hydrophone, yang terus-menerus mendengarkan satu hal secara spesifik: vokalisasi mamalia laut. Tujuannya sederhana namun krusial — memberi sinyal agar sumber suara aktif milik survei seismik itu sendiri bisa dibungkam sebelum sempat menimbulkan bahaya.
Kenapa Survei Airgun Butuh Telinga, Bukan Sumber Suara Lain
Survei seismik laut menghasilkan salah satu suara buatan manusia paling keras yang rutin dilepas ke laut, dan di sebagian besar yurisdiksi yang menjalankan program migas maupun energi angin lepas pantai, regulator mewajibkan operator membuktikan lebih dulu bahwa tidak ada mamalia laut di zona tertentu di sekitar sumber suara sebelum penembakan dimulai. Marine Mammal Observer (MMO) yang mengandalkan pengamatan visual hanya bisa menuntaskan separuh pekerjaan itu — malam hari, kabut, dan laut bergelombang cukup untuk mengalahkan sepasang mata di sayap anjungan, dan banyak spesies muncul ke permukaan terlalu singkat atau terlalu jarang untuk bisa diandalkan terlihat sama sekali. Di sinilah PAM menutup celah itu: suara, tidak seperti cahaya, merambat efisien lewat air laut pada jarak jauh, terlepas dari cuaca atau waktu. Spesies yang vokal seperti paus sperma dan lumba-lumba, secara akustik, sulit bersembunyi.
Jangkauan Deteksi Sepenuhnya Bergantung pada Spesies
Rekomendasi minimum PAM yang diterbitkan bersama oleh NOAA dan U.S. Bureau of Ocean Energy Management pada 2021, untuk pemantauan energi angin lepas pantai, memperlihatkan betapa berbedanya cara tiap spesies "muncul" di hydrophone. Klik pesut pelabuhan (harbor porpoise), pada frekuensi sekitar 115-140 kHz, hanya terdeteksi sampai jarak 0,5 km. Siulan lumba-lumba menjangkau sekitar 6 km. Klik paus sperma dan upcall paus right Atlantik Utara berada di pita deteksi yang mencapai sekitar 10 km. Nyanyian paus biru dan paus sirip, di ujung spektrum frekuensi rendah, secara prinsip bisa tertangkap dari jarak 20 sampai 200 km. Rekomendasi yang sama juga menetapkan standar kinerja konkret bagi sistem PAM apa pun yang dipakai untuk memicu keputusan operasional secara real-time: tingkat false-detection maksimal 10 persen dan tingkat missed-detection maksimal 50 persen, keduanya diukur dalam skala harian — angka yang dipilih secara sengaja, sebab sistem otomatis yang langsung memengaruhi keputusan penghentian operasi harus cukup bisa dipercaya, supaya operator tidak mulai mengabaikan peringatannya.
Bagaimana Mitigasi Sebenarnya Dijalankan
Di perairan Inggris, PAM yang ditarik kapal (towed PAM) pertama kali diujicobakan pada 1998 dan resmi dimasukkan ke dalam panduan mitigasi survei seismik milik Joint Nature Conservation Committee (JNCC) pada 2002; standar JNCC khusus untuk penerapan PAM menyusul pada Desember 2023. Mekanisme panduannya sendiri sebetulnya prosedural, bukan sesuatu yang rumit: pencarian visual di zona mitigasi sebelum airgun dipakai, "soft start" yang menaikkan level sumber suara secara bertahap — biasanya selama 20 sampai 40 menit — supaya hewan di sekitarnya sempat menjauh sebelum level penuh tercapai, dan penundaan atau penghentian segera begitu mamalia laut terdeteksi di dalam zona, baik lewat mata maupun telinga. Ketika pengamatan visual terganggu gelap atau cuaca buruk, PAM kerap menjadi satu-satunya mitigasi yang benar-benar berjalan — dalam satu periode yang dilaporkan JNCC antara 2014 dan 2019, PAM sendirian menutupi pemantauan siang hari sebanyak 189 kali, pada kondisi yang membuat pengamatan visual mustahil dilakukan.
Studi Kasus: Mendeteksi Paus dari Dalam Streamer Itu Sendiri
Kapal Oceanic Vega milik CGG menjalankan survei seismik broadband seluas 14.500 km² di Cekungan Barreirinhas, Brasil, di Equatorial Margin, mulai akhir 2015, menarik streamer padat Sercel Sentinel. Pada 2016, sebuah sistem PAM dioperasikan di kapal itu khusus sebagai uji validasi lapangan, dengan pendekatan yang tidak biasa: alih-alih hanya mengandalkan array hydrophone konvensional yang ditarik, uji coba ini menjajaki deteksi otomatis erangan paus bungkuk dan pelokalisasian otomatis rangkaian klik paus sperma, memakai jaringan sensor luas yang diintegrasikan langsung ke kabel seismik yang memang sudah ada di air. Kesulitan yang dilaporkan dari uji coba ini justru informatif — paus menyelam dan bervokalisasi ratusan meter di bawah permukaan, sehingga pelokalisasian pada bidang horizontal benar-benar sulit dilakukan sekalipun jaringan sensornya rapat — tapi hasil dasarnya tetap membuktikan bahwa infrastruktur yang sudah ditarik untuk keperluan geofisika bisa merangkap sebagai jaringan deteksi mamalia laut, tanpa perlu membangun sistem pemantauan yang sepenuhnya terpisah.
Regulasi Masih Terus Diperketat, Belum Menetap
Regulasi seismik terbaru di Brasil memperlakukan PAM sebagai metode pemantauan mandiri yang berjalan sepanjang waktu, bukan sekadar pelengkap pengamatan visual — standar yang jauh lebih ketat dibanding kebanyakan yurisdiksi lain saat ini, dan memaksa operator memikirkan ulang kebutuhan kru serta redundansi peralatan khusus untuk PAM. Arah yang sama juga terlihat di tempat lain: panduan khusus PAM dari JNCC tahun 2023 serta lokakarya standarisasi yang terus berjalan menunjukkan pergeseran PAM dari sekadar pelengkap opsional menjadi lapisan mitigasi yang secara eksplisit diwajibkan dan diaudit secara independen — instrumen pasif yang perannya justru makin aktif dalam menentukan boleh-tidaknya sebuah survei aktif berjalan.
References
- Southall, B. et al., "NOAA and BOEM Minimum Recommendations for Use of Passive Acoustic Listening Systems in Offshore Wind Energy Development Monitoring and Mitigation Programs," Frontiers in Marine Science, https://www.frontiersin.org/journals/marine-science/articles/10.3389/fmars.2021.760840/full
- Joint Nature Conservation Committee, "JNCC Guidelines for Minimising the Risk of Injury to Marine Mammals from Geophysical Surveys," https://jncc.gov.uk/resources/e2a46de5-43d4-43f0-b296-c62134397ce4
- Joint Nature Conservation Committee, "Standardisation of Passive Acoustic Monitoring — Workshop Report," https://data.jncc.gov.uk/data/7090296c-7feb-48eb-824e-8c28176c7da1/pam-workshop-report-2021.pdf
- "Automatic Detection of Humpback Whales and Localization of Sperm Whales during Marine Seismic Survey," 15th International Congress of the Brazilian Geophysical Society, https://sbgf.org.br/mysbgf/eventos/expanded_abstracts/15th_CISBGf/Automatic%20Detection%20of%20Humpback%20Whales%20and%20Localization%20of%20Sperm%20Whales%20during%20Marine%20Seismic%20Survey.pdf
- "Passive Acoustic Monitoring During Seismic Operations in Brazil: Addressing Emerging Challenges from Strict Regulations," EarthDoc, https://www.earthdoc.org/content/papers/10.3997/2214-4609.202210540
- World Oil, "CGG to start 3D survey in Brazil's Barreirinhas basin," https://www.worldoil.com/news/2015/10/22/cgg-to-start-3d-survey-in-brazil-s-barreirinhas-basin
Artikel Terkait