Platform & Operasi Survei

Pemantauan Akustik Pasif: Mendengarkan Paus Sebelum Airgun Seismik Dinyalakan

Instrumen-instrumen lain yang sudah dibahas di situs ini — side-scan sonar, sub-bottom profiler, streamer seismik multichannel — semuanya bekerja secara aktif: memancarkan suara ke dalam air, lalu mendengarkan pantulannya. Passive Acoustic Monitoring (PAM) membalik logika itu sepenuhnya. Sistem ini tidak memancarkan apa pun. PAM hanyalah hydrophone, atau rangkaian hydrophone, yang terus-menerus mendengarkan satu hal secara spesifik: vokalisasi mamalia laut. Tujuannya sederhana namun krusial — memberi sinyal agar sumber suara aktif milik survei seismik itu sendiri bisa dibungkam sebelum sempat menimbulkan bahaya.

A pod of sperm whales socializing near the surface of the ocean
Paus sperma adalah salah satu spesies yang secara khusus didengarkan oleh operator PAM: klik suaranya keras, khas, dan bisa terdeteksi hingga jarak sekitar 10 km. Sumber: Wikimedia Commons (CC0 / domain publik).

Kenapa Survei Airgun Butuh Telinga, Bukan Sumber Suara Lain

Survei seismik laut menghasilkan salah satu suara buatan manusia paling keras yang rutin dilepas ke laut, dan di sebagian besar yurisdiksi yang menjalankan program migas maupun energi angin lepas pantai, regulator mewajibkan operator membuktikan lebih dulu bahwa tidak ada mamalia laut di zona tertentu di sekitar sumber suara sebelum penembakan dimulai. Marine Mammal Observer (MMO) yang mengandalkan pengamatan visual hanya bisa menuntaskan separuh pekerjaan itu — malam hari, kabut, dan laut bergelombang cukup untuk mengalahkan sepasang mata di sayap anjungan, dan banyak spesies muncul ke permukaan terlalu singkat atau terlalu jarang untuk bisa diandalkan terlihat sama sekali. Di sinilah PAM menutup celah itu: suara, tidak seperti cahaya, merambat efisien lewat air laut pada jarak jauh, terlepas dari cuaca atau waktu. Spesies yang vokal seperti paus sperma dan lumba-lumba, secara akustik, sulit bersembunyi.

Jangkauan Deteksi Sepenuhnya Bergantung pada Spesies

Rekomendasi minimum PAM yang diterbitkan bersama oleh NOAA dan U.S. Bureau of Ocean Energy Management pada 2021, untuk pemantauan energi angin lepas pantai, memperlihatkan betapa berbedanya cara tiap spesies "muncul" di hydrophone. Klik pesut pelabuhan (harbor porpoise), pada frekuensi sekitar 115-140 kHz, hanya terdeteksi sampai jarak 0,5 km. Siulan lumba-lumba menjangkau sekitar 6 km. Klik paus sperma dan upcall paus right Atlantik Utara berada di pita deteksi yang mencapai sekitar 10 km. Nyanyian paus biru dan paus sirip, di ujung spektrum frekuensi rendah, secara prinsip bisa tertangkap dari jarak 20 sampai 200 km. Rekomendasi yang sama juga menetapkan standar kinerja konkret bagi sistem PAM apa pun yang dipakai untuk memicu keputusan operasional secara real-time: tingkat false-detection maksimal 10 persen dan tingkat missed-detection maksimal 50 persen, keduanya diukur dalam skala harian — angka yang dipilih secara sengaja, sebab sistem otomatis yang langsung memengaruhi keputusan penghentian operasi harus cukup bisa dipercaya, supaya operator tidak mulai mengabaikan peringatannya.

A humpback whale gliding beneath the ocean surface
Erangan paus bungkuk (humpback) adalah target vokalisasi lain bagi sistem deteksi PAM otomatis yang dipakai selama akuisisi seismik. Sumber: Wikimedia Commons (CC0 / domain publik).
Poin Utama: Jangkauan deteksi PAM bukan angka tunggal — setiap spesies dan jenis vokalisasi punya angkanya sendiri, terentang tiga orde besaran, dari setengah kilometer untuk klik pesut pelabuhan sampai ratusan kilometer untuk nyanyian paus biru. Zona mitigasi yang dirancang pas untuk satu spesies bisa jadi jauh terlalu kecil, atau terlalu besar tanpa perlu, untuk spesies lain.

Bagaimana Mitigasi Sebenarnya Dijalankan

Di perairan Inggris, PAM yang ditarik kapal (towed PAM) pertama kali diujicobakan pada 1998 dan resmi dimasukkan ke dalam panduan mitigasi survei seismik milik Joint Nature Conservation Committee (JNCC) pada 2002; standar JNCC khusus untuk penerapan PAM menyusul pada Desember 2023. Mekanisme panduannya sendiri sebetulnya prosedural, bukan sesuatu yang rumit: pencarian visual di zona mitigasi sebelum airgun dipakai, "soft start" yang menaikkan level sumber suara secara bertahap — biasanya selama 20 sampai 40 menit — supaya hewan di sekitarnya sempat menjauh sebelum level penuh tercapai, dan penundaan atau penghentian segera begitu mamalia laut terdeteksi di dalam zona, baik lewat mata maupun telinga. Ketika pengamatan visual terganggu gelap atau cuaca buruk, PAM kerap menjadi satu-satunya mitigasi yang benar-benar berjalan — dalam satu periode yang dilaporkan JNCC antara 2014 dan 2019, PAM sendirian menutupi pemantauan siang hari sebanyak 189 kali, pada kondisi yang membuat pengamatan visual mustahil dilakukan.

Studi Kasus: Mendeteksi Paus dari Dalam Streamer Itu Sendiri

Kapal Oceanic Vega milik CGG menjalankan survei seismik broadband seluas 14.500 km² di Cekungan Barreirinhas, Brasil, di Equatorial Margin, mulai akhir 2015, menarik streamer padat Sercel Sentinel. Pada 2016, sebuah sistem PAM dioperasikan di kapal itu khusus sebagai uji validasi lapangan, dengan pendekatan yang tidak biasa: alih-alih hanya mengandalkan array hydrophone konvensional yang ditarik, uji coba ini menjajaki deteksi otomatis erangan paus bungkuk dan pelokalisasian otomatis rangkaian klik paus sperma, memakai jaringan sensor luas yang diintegrasikan langsung ke kabel seismik yang memang sudah ada di air. Kesulitan yang dilaporkan dari uji coba ini justru informatif — paus menyelam dan bervokalisasi ratusan meter di bawah permukaan, sehingga pelokalisasian pada bidang horizontal benar-benar sulit dilakukan sekalipun jaringan sensornya rapat — tapi hasil dasarnya tetap membuktikan bahwa infrastruktur yang sudah ditarik untuk keperluan geofisika bisa merangkap sebagai jaringan deteksi mamalia laut, tanpa perlu membangun sistem pemantauan yang sepenuhnya terpisah.

USGS personnel aboard a research vessel retrieving a seismic streamer and airgun equipment onto a winch
Streamer seismik yang sedang diangkat kembali ke kapal riset — jenis kabel tarik yang sama seperti pada uji coba Oceanic Vega, yang merangkap sebagai bagian dari jaringan deteksi mamalia laut. Sumber: USGS, foto oleh Carolyn Ruppel (domain publik).

Regulasi Masih Terus Diperketat, Belum Menetap

Regulasi seismik terbaru di Brasil memperlakukan PAM sebagai metode pemantauan mandiri yang berjalan sepanjang waktu, bukan sekadar pelengkap pengamatan visual — standar yang jauh lebih ketat dibanding kebanyakan yurisdiksi lain saat ini, dan memaksa operator memikirkan ulang kebutuhan kru serta redundansi peralatan khusus untuk PAM. Arah yang sama juga terlihat di tempat lain: panduan khusus PAM dari JNCC tahun 2023 serta lokakarya standarisasi yang terus berjalan menunjukkan pergeseran PAM dari sekadar pelengkap opsional menjadi lapisan mitigasi yang secara eksplisit diwajibkan dan diaudit secara independen — instrumen pasif yang perannya justru makin aktif dalam menentukan boleh-tidaknya sebuah survei aktif berjalan.


References

  1. Southall, B. et al., "NOAA and BOEM Minimum Recommendations for Use of Passive Acoustic Listening Systems in Offshore Wind Energy Development Monitoring and Mitigation Programs," Frontiers in Marine Science, https://www.frontiersin.org/journals/marine-science/articles/10.3389/fmars.2021.760840/full
  2. Joint Nature Conservation Committee, "JNCC Guidelines for Minimising the Risk of Injury to Marine Mammals from Geophysical Surveys," https://jncc.gov.uk/resources/e2a46de5-43d4-43f0-b296-c62134397ce4
  3. Joint Nature Conservation Committee, "Standardisation of Passive Acoustic Monitoring — Workshop Report," https://data.jncc.gov.uk/data/7090296c-7feb-48eb-824e-8c28176c7da1/pam-workshop-report-2021.pdf
  4. "Automatic Detection of Humpback Whales and Localization of Sperm Whales during Marine Seismic Survey," 15th International Congress of the Brazilian Geophysical Society, https://sbgf.org.br/mysbgf/eventos/expanded_abstracts/15th_CISBGf/Automatic%20Detection%20of%20Humpback%20Whales%20and%20Localization%20of%20Sperm%20Whales%20during%20Marine%20Seismic%20Survey.pdf
  5. "Passive Acoustic Monitoring During Seismic Operations in Brazil: Addressing Emerging Challenges from Strict Regulations," EarthDoc, https://www.earthdoc.org/content/papers/10.3997/2214-4609.202210540
  6. World Oil, "CGG to start 3D survey in Brazil's Barreirinhas basin," https://www.worldoil.com/news/2015/10/22/cgg-to-start-3d-survey-in-brazil-s-barreirinhas-basin

Artikel Terkait

Survei Baseline Lingkungan
Survei Baseline Lingkungan

Survei Baseline Lingkungan: Data yang Sering Terlupakan dalam Setiap Proyek Lepas Pantai

18 Oktober 2023 · 8 min read

Seismik Refleksi Multichannel dalam Praktik
Seismik Refleksi Multichannel

Seismik Refleksi Multichannel dalam Praktik: Studi Kasus Penemuan Coelacanth di Teluk Meksiko

9 Juli 2026 · 9 min read

Survei Seismik Ocean Bottom Node
Seismik Ocean Bottom Node

Survei Seismik Ocean Bottom Node: Mengintip Reservoir yang Berubah Saat Lapangan Masih Berproduksi

21 Agustus 2023 · 10 min read

Siap Memulai Proyek Anda?

Konsultasikan kebutuhan survei dan pengolahan data Anda bersama tim ahli Sonarfix. Kami siap memberikan solusi terbaik.