Teknologi Survei Laut
Platform Survei Otonom dan Tanpa Awak: Melepas Kru dari Kapal
Instrumen survei laut membutuhkan wahana untuk bergerak di air. Jika dahulu industri ini sepenuhnya bergantung pada kapal berawak konvensional, tiga dekade terakhir mencatat pergeseran besar. Kehadiran autonomous underwater vehicle (AUV) dan uncrewed surface vessel (USV) kini mulai menggantikan peran manusia dalam melaksanakan misi operasional di laut.
Dua Jenis Otonomi yang Berbeda
AUV dan USV memecahkan masalah yang berkaitan tapi berbeda. AUV beroperasi sepenuhnya di bawah air dan terputus dari sinyal GNSS untuk sebagian besar misinya, sehingga harus bernavigasi terutama lewat dead reckoning dan sensor inersia, hanya sesekali muncul ke permukaan atau melapor ke sistem positioning akustik untuk mengoreksi drift yang terakumulasi. USV, sebaliknya, tetap berada di permukaan sepanjang misinya, artinya ia terus punya akses ke positioning GNSS dan, biasanya, tautan komunikasi real-time atau mendekati real-time kembali ke darat—masalah navigasi yang jauh lebih mudah secara fundamental, meski kapalnya sendiri tetap harus menghadapi gelombang, cuaca, dan penghindaran tabrakan tanpa ada orang di kapal yang bisa langsung bereaksi terhadapnya.
Sejarah Singkat Menuju Tanpa Awak
Oceanographic Systems Lab milik Woods Hole Oceanographic Institution membangun AUV REMUS (Remote Environmental Monitoring UnitS) pertamanya pada 1995, merancangnya sebagai platform berbentuk torpedo berbiaya rendah yang cukup sederhana untuk dijalankan dari laptop, awalnya ditujukan untuk pekerjaan pemantauan pesisir. Desain ini terbukti cukup mumpuni sampai Angkatan Laut AS mengadopsinya untuk mine countermeasures, dan pada 2003, selama Operation Iraqi Freedom, kendaraan REMUS dipakai mendeteksi ranjau di pelabuhan Umm Qasr, Teluk Persia—membersihkan area berbahaya tanpa penyelam atau kapal berawak harus mencarinya secara langsung.
Di permukaan, Wave Glider milik Liquid Robotics, kendaraan yang digerakkan energi gelombang alih-alih motor, mencatatkan tonggak sejarah yang sangat berbeda. Sebagai bagian dari misi PacX perusahaan itu, sebuah Wave Glider bernama Papa Mau berangkat dari San Francisco Bay pada 2011 dan, setelah sekitar sebelas bulan berlayar menempuh kira-kira 9.000 mil laut serta selamat dari badai tengah laut sepanjang perjalanan, tiba di Australia pada November 2012—menjadikannya kendaraan otonom pertama yang pernah menyeberangi Samudra Pasifik, sementara kendaraan saudaranya mencatatkan Guinness World Record untuk perjalanan terpanjang oleh kendaraan permukaan otonom. Pada 2016, Angkatan Laut AS meluncurkan Sea Hunter, USV berlambung trimaran eksperimental yang dibangun untuk patroli anti-kapal-selam tanpa awak berdaya tahan panjang, diresmikan di Sungai Willamette, Portland, Oregon, pada April tahun itu.
Platform Tanpa Awak yang Mengerjakan Hidrografi Hari Ini
Demonstrasi paling jelas bahwa platform tanpa awak kini bisa mengerjakan pekerjaan hidrografi yang serius datang dari Shell Ocean Discovery XPRIZE. Pada akhir 2018, GEBCO-NF Alumni Team memakai USV Maxlimer milik SEA-KIT sebagai kapal induk yang dikendalikan jarak jauh untuk menurunkan AUV HUGIN di lepas pantai Kalamata, Yunani, memetakan 278 kilometer persegi dasar laut Mediterania hanya dalam 24 jam untuk memenangkan kompetisi itu secara mutlak. Maxlimer kemudian mencatatkan serangkaian pencapaian pertama lainnya: pada Mei 2019, ia menyelesaikan apa yang disebut sebagai penyeberangan otonom komersial pertama Laut Utara, antara Inggris dan Belgia; pada Juli 2019, ia menurunkan dan mengambil kembali AUV HUGIN untuk pekerjaan inspeksi pipa Equinor, pertama kalinya peralatan inspeksi dikendalikan jarak jauh melampaui jarak pandang langsung; dan pada Juli 2020, ia berangkat dari Plymouth untuk misi tanpa awak 22 hari yang memetakan sekitar 1.000 kilometer persegi dasar laut yang sebelumnya belum terpetakan di baratdaya Inggris—persis jenis pemetaan batimetri skala besar yang jadi andalan inisiatif global seperti Seabed 2030.
Trade-Off yang Sesungguhnya
Tak satu pun dari ini membuat kapal survei berawak jadi usang. Apa yang dikorbankan platform tanpa awak demi biaya operasi lebih rendah, daya tahan lebih panjang, dan nol risiko personel dalam pekerjaan berbahaya seperti pembersihan ranjau itu nyata: AUV atau USV kecil membawa payload sensor yang jauh lebih terbatas dibanding kapal survei sesungguhnya, bandwidth komunikasi kembali ke darat jadi kendala sungguhan alih-alih sekadar renungan tambahan, dan tidak ada siapa pun di lokasi yang bisa memakai penilaian ketika sesuatu yang tak terduga terjadi dan tidak diantisipasi rencana misi yang sudah diprogram sebelumnya. Platform yang sudah terbukti diri—REMUS di ladang ranjau, Maxlimer di atas dasar laut yang belum terpetakan—berhasil di peran-peran tempat trade-off itu jelas layak diambil, bukan karena operasi tanpa awak secara universal lebih baik dibanding menaruh kru di kapal.
Kesimpulan
Lompatan teknologi maritim telah bergerak jauh, bertransformasi dari robot berbentuk torpedo berbasis kendali laptop pada tahun 1995, hingga menjelma menjadi armada USV tangguh yang mampu memetakan seribu kilometer persegi area buta laut dalam selama tiga minggu sendirian. Menariknya, revolusi ini sebenarnya bukan tentang perubahan sensornya. Mau dikemudikan oleh kapten kapal berpengalaman atau disetir oleh kecerdasan algoritma otonom, perangkat andalan seperti side-scan sonar, multibeam, hingga magnetometer tetap merekam data dengan cara fisis yang persis sama. Perubahan mendasar justru terletak pada hilangnya keharusan mengirim personel langsung ke tengah laut demi mengumpulkan data. Berkat tiga dekade pengembangan intensif AUV dan USV, jawaban untuk sebagian besar portofolio pekerjaan survei saat ini sudah bergeser secara mutlak: tidak perlu lagi.
Referensi
- Wikipedia — REMUS (vehicle); USV Maxlimer; Liquid Robotics
- Woods Hole Oceanographic Institution — REMUS
- Liquid Robotics — Liquid Robotics' Marine Robot Completes 9,000-Mile Cross-Pacific Journey
- IEEE Spectrum — Liquid Robotics' Wave Glider Completes Pacific Crossing
- Maritime Executive — SEA-KIT Gears Up for First Ever USV Transatlantic Crossing; Sea-Kit Completes Unmanned Survey Voyage in N. Atlantic
- Wikimedia Commons — Peluncuran REMUS, AUV Fest 2007; Peresmian Sea Hunter, 2016; Saildrone, Misi Arktik NOAA 2019
Artikel Terkait